Kisah Nyata Pelaku Pesugihan di Gunung Kemukus, Praktik Ritual Seks Bukan Mitos?

Kisah para pelaku pesugihan ritual seks di Gunung Kemukus demi mendapatkan kekayaan. Simak sampai habis ya sob ceritanya dibawah ini!

Jejak Backpacker

Kumpulan kisah nyata pelaku pesugihan gunung kemukus
Kumpulan kisah nyata pelaku pesugihan gunung kemukus

Gunung Kemukus, sebuah bukit yang terletak di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, telah lama menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Bukan karena keindahan alamnya, melainkan karena praktik ritual pesugihan yang kontroversial.

Konon, di tempat ini, para pelaku pesugihan melakukan ritual seks dengan pasangan yang bukan suami atau istrinya sebagai syarat untuk mendapatkan kekayaan. Benarkah demikian?

Sejarah Gunung Kemukus

Gunung Kemukus, yang juga dikenal sebagai Astana Giri Layang, merupakan sebuah kompleks pemakaman yang terletak di puncak bukit. Lokasinya berada di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 27 kilometer dari pusat kota Sragen.

Di tempat ini, dimakamkan Pangeran Samudro, seorang tokoh yang dihormati oleh masyarakat setempat. Pangeran Samudro adalah putra dari Raja Majapahit, Brawijaya V, yang kemudian memilih untuk meninggalkan kehidupan istana dan menyebarkan agama Islam.

Menurut legenda, Pangeran Samudro dan ibu tirinya, Dewi Ontrowulan, memiliki hubungan asmara. Karena hubungan terlarang tersebut, mereka dikutuk dan diasingkan ke Gunung Kemukus. Di tempat inilah mereka kemudian dimakamkan.

Ritual Pesugihan di Gunung Kemukus

Aktivitas ritual di Gunung Kemukus konon telah berlangsung sejak lama. Para pelaku pesugihan datang ke tempat ini dengan harapan dapat memperoleh kekayaan secara instan.

Mereka percaya bahwa dengan melakukan ritual seks dengan pasangan yang bukan suami atau istrinya, keinginan mereka akan dikabulkan.

Ritual ini biasanya dilakukan di sekitar makam Pangeran Samudro. Mereka percaya bahwa dengan melakukan hubungan intim di tempat tersebut, maka akan mendapatkan berkah dari sang pangeran. Namun, tidak semua orang percaya dengan kegiatan seperti ini. Banyak yang menganggapnya sebagai mitos belaka.

Kesaksian Pelaku Pesugihan di Youtube Jejak Backpacker

Baru-baru ini, Tim Youtube Jejak Backpacker kedatangan narasumber yang menceritakan kesaksian atau pengalaman nyata dari beberapa pelaku pesugihan di Gunung Kemukus.

Dalam video tersebut, mereka menceritakan pengalaman mereka melakukan ritual seks di tempat tersebut.

Kisah April, rela ikut ritual pesugihan Gunung Kemukus demi mencapai target pekerjaan

April merupakan salah satu karyawan klinik kecantikan yang cukup ternama di Indonesia. Frustasi karena target pencapaian kerja yang sulit tercapai dan sering dimarahi oleh atasan, dia mencari-cari cara agar urusan pekerjaannya lancar.

Pada suatu ketika, April bertanya kepada rekannya yang jauh lebih sukses dalam pencapaian kinerja. Dari perbincangan tersebut ternyata rekannya tersebut melakukan ritual “gelap” demi memuluskan segala urusan pekerjaan.

Karena ambisinya yang begitu besar, April rela mengikuti jejak rekannya tersebut dengan mengikuti praktik pesugihan yakni berhubungan badan dengan orang lain yang tak ia kenal.

Kaya raya setelah ritual seks di Gunung Kemukus? Begini kisah Pak Edi

Terhimpit kebangkrutan yang menghancurkan usaha yang telah dibangunnya bertahun-tahun, Pak Edi mencari jalan keluar instan sesuai petunjuk yang didapat dari seorang kawan. Ia pun berangkat menuju Gunung Kemukus, tempat yang dikenal sebagai lokasi praktik pesugihan.

Di sana, ia bertemu dengan pasangan suami istri lain yang juga tengah menjalani ritual serupa. Mengikuti saran dari juru kunci, Pak Edi melakukan ritual “bertukar pasangan” dan berhubungan intim sebanyak tujuh kali dengan istri orang lain.

Setelah menyelesaikan ritual tersebut, Pak Edi merasa ada perubahan signifikan dalam hidupnya. Usahanya perlahan bangkit kembali, dan ia meyakini bahwa ritual tersebut adalah penyebabnya. 

Kontroversi dan Dampak Sosial

Praktik ritual pesugihan di Gunung Kemukus telah menimbulkan kontroversi di masyarakat. Banyak yang mengecam praktik tersebut karena dianggap bertentangan dengan norma-norma agama dan budaya.

Selain itu, praktik ritual ini juga dianggap merusak citra Gunung Kemukus sebagai tempat wisata religi. Banyak wisatawan yang merasa tidak nyaman dengan praktik tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sragen telah berupaya untuk menghentikan praktik ritual pesugihan di Gunung Kemukus. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan. Salah satunya adalah dengan membangun masjid di sekitar makam Pangeran Samudro.

Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan tokoh agama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang praktik ritual yang salah.

Tokoh agama juga berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ajaran agama yang benar. Mereka menjelaskan bahwa praktik ritual pesugihan di Gunung Kemukus bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Jejak Backpacker

Konten kreator yang membahas kisah-kisah pendakian, cerita mistis, kisah inspiratif, dan kejadian viral menarik lainnya.

Related Post

Tinggalkan komentar


kopi liong bulan jejakbackpacker