WNI di Jepang Cerita Diganggu Obake, Apa Sih Itu?

Cerita soal WNI yang tinggal di Jepang kerap bersinggungan dengan istilah obake. Tapi di balik sebutan “hantu Jepang” itu, ada makna dan cerita budaya yang lebih luas.

Jejak Backpacker

Ilustrasi seorang pria diganggu oleh hantu obake di Jepang (gambar digenerate AI)
Ilustrasi seorang pria diganggu oleh hantu obake di Jepang (gambar digenerate AI)

Cerita tentang kejadian aneh ternyata cukup sering muncul dari orang Indonesia yang tinggal di Jepang.

Beberapa WNI yang tinggal di Jepang pernah membagikan cerita tentang kejadian aneh di tempat tinggal mereka, mulai dari suara misterius hingga kejadian yang sulit dijelaskan. Dalam beberapa cerita, pengalaman tersebut kemudian dikaitkan dengan obake, istilah Jepang yang sering diterjemahkan sebagai hantu atau makhluk gaib.

Tapi sebenarnya, obake itu apa? Apakah benar berarti hantu?

Cerita WNI di Jepang tentang Obake

Bagi sebagian WNI yang tinggal di Jepang, istilah obake mungkin pertama kali terdengar ketika mendengar cerita tentang apartemen atau tempat tinggal yang dianggap angker.

Salah satu cerita yang sempat beredar di media sosial memperlihatkan pengalaman seorang WNI yang mengaku mengalami kejadian aneh di apartemennya. Bel berbunyi pada dini hari meski tidak terlihat ada orang di depan pintu. Pengalaman tersebut kemudian dikaitkan dengan kemungkinan adanya obake.

Cerita seperti ini tentu merupakan pengalaman pribadi. Rekaman atau kesaksian yang beredar juga tidak dapat memastikan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh makhluk gaib.

Namun, istilah obake sendiri memang memiliki tempat dalam bahasa dan budaya Jepang.

Obake Itu Apa?

Dalam bahasa Jepang, obake merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sesuatu yang berhubungan dengan makhluk atau kejadian supernatural. Dalam penggunaan sehari-hari, kata ini sering diterjemahkan sebagai hantu, monster, atau sosok menyeramkan.

Maknanya sebenarnya lebih luas.

Kata obake berkaitan dengan bakeru, yang berarti berubah bentuk atau menjelma. Karena itu, istilah tersebut juga berkaitan dengan gambaran makhluk yang berubah wujud dari bentuk aslinya menjadi sesuatu yang tidak biasa.

Kamus bahasa Jepang mencatat obake sebagai bentuk yang berkaitan dengan bakemono, yaitu makhluk atau sosok yang mengalami perubahan bentuk.

Jadi, ketika seseorang di Jepang mengatakan ada obake, belum tentu yang dimaksud adalah arwah manusia yang sudah meninggal.

Bedanya Obake, Yūrei, dan Yōkai

Istilah hantu dalam budaya Jepang punya beberapa kategori yang berbeda. Tiga istilah yang paling sering muncul adalah obake, yūrei, dan yōkai.

Yūrei lebih dekat dengan pengertian arwah orang yang telah meninggal. Sosoknya biasanya digambarkan masih memiliki keterikatan dengan dunia manusia.

Sementara yōkai merupakan istilah yang mencakup berbagai makhluk supernatural dalam cerita rakyat Jepang. Bentuknya sangat beragam. Ada yang menyerupai manusia, hewan, benda, hingga makhluk dengan wujud yang sulit dibayangkan.

Sedangkan obake memiliki penggunaan yang lebih luas dan dapat digunakan untuk menyebut sosok atau penampakan yang dianggap menyeramkan.

Karena itu, menerjemahkan obake menjadi “hantu” memang mudah dipahami oleh orang Indonesia, tetapi maknanya tidak selalu sama dengan konsep hantu yang kita kenal.

Kenapa Cerita Obake Dekat dengan Kehidupan di Jepang?

Cerita mengenai makhluk supernatural sudah lama menjadi bagian dari kebudayaan Jepang. Kisah tentang yūrei dan yōkai muncul dalam berbagai cerita rakyat dari banyak daerah.

Cerita-cerita tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari budaya populer. Kita bisa menemukannya dalam film, manga, anime, permainan, hingga berbagai atraksi bertema horor.

Ada pula istilah obake yashiki, yang secara harfiah berkaitan dengan rumah atau tempat yang dihuni makhluk menyeramkan. Konsep tersebut kemudian dikenal luas melalui berbagai wahana rumah hantu di Jepang.

Bagi orang yang baru tinggal di Jepang, istilah semacam ini bisa terdengar cukup sering, terutama ketika berbicara mengenai bangunan tua, apartemen, sekolah, rumah sakit, atau tempat tertentu yang memiliki cerita mistis.

Tidak Semua Obake Berarti Arwah Orang Meninggal

Salah satu hal yang membuat istilah obake menarik adalah cakupannya yang luas.

Dalam cerita rakyat Jepang, sesuatu yang dianggap obake tidak selalu berupa manusia yang meninggal kemudian kembali sebagai roh. Sosok tersebut bisa saja berupa makhluk yang berubah bentuk, penampakan misterius, atau karakter supernatural yang sudah berkembang dalam folklore.

Karena itu, cerita tentang obake juga tidak selalu memiliki pola yang sama dengan cerita hantu di Indonesia.

Ketika seorang WNI mengatakan dirinya diganggu obake, istilah tersebut bisa digunakan untuk menggambarkan pengalaman yang dianggap berhubungan dengan sesuatu yang supernatural. Apakah penyebabnya benar-benar makhluk gaib atau ada penjelasan lain merupakan persoalan yang berbeda.

Jejak Backpacker

Konten kreator yang membahas kisah-kisah pendakian, cerita mistis, kisah inspiratif, dan kejadian viral menarik lainnya.

Related Post

Tinggalkan komentar


kopi liong bulan jejakbackpacker