Pocong menjadi salah satu sosok hantu yang paling dikenal dalam cerita horor Indonesia. Penampilannya identik dengan kain kafan putih yang membungkus tubuh, tetapi ada banyak versi cerita yang membuat sosok ini punya ciri berbeda.
Sebagian dikenal lewat legenda lokal, sementara yang lain populer melalui film, sinetron, atau konten horor. Berikut tujuh jenis dan karakter pocong yang menarik untuk dibahas.
1. Pocong Original
Pocong original merupakan gambaran pocong yang paling umum dikenal. Tubuhnya terbungkus kain kafan putih dengan ikatan di bagian kepala dan kaki. Dalam cerita horor, sosok ini biasanya bergerak dengan melompat karena kedua kakinya terbungkus kain.
Ada kepercayaan bahwa pocong muncul ketika tali pengikat kain kafan jenazah belum dilepas setelah pemakaman. Cerita tersebut menjadi salah satu alasan pocong sering digambarkan meminta bantuan orang untuk membuka ikatannya. Gambaran ini merupakan bagian dari kepercayaan populer, bukan klasifikasi makhluk yang terverifikasi.
2. Pocong Merah
Berbeda dari pocong biasa, Pocong Merah digambarkan memakai kain kafan yang berlumuran darah hingga berwarna merah. Salah satu kisah yang dikenal berasal dari kawasan Kali Boyong, Yogyakarta.
Sosok ini konon berkaitan dengan seorang dukun yang dibunuh warga pada awal abad ke-20. Darah dari jenazahnya dipercaya membuat kain kafan berubah merah.
Cerita tersebut merupakan legenda lokal yang berkembang di masyarakat. Belum ada bukti independen yang memastikan kisah pembunuhan itu sebagai sejarah faktual.
3. Pocong Hitam atau Berwajah Gosong
Pocong Hitam sering digambarkan memiliki wajah gelap seperti terbakar, sementara tubuhnya masih terbungkus kain kafan. Dalam variasi lain, bagian wajahnya terlihat lebih jelas dibandingkan pocong yang seluruh kepalanya tertutup.
4. Pocong Gundul
Pocong Gundul populer melalui buku dan film Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul. Berbeda dari pocong klasik, karakter ini memiliki kepala botak yang terlihat tanpa balutan kain kafan.
Dalam cerita karya Kisah Tanah Jawa, sosok tersebut bernama Walisdi, seorang praktisi ilmu hitam yang dikisahkan melakukan perjanjian gaib demi memperoleh kekuatan. Kisahnya kemudian diadaptasi menjadi film horor yang dirilis pada 2023.
Karena dikenal melalui karya horor modern, Pocong Gundul lebih tepat disebut karakter populer daripada jenis pocong yang berasal dari klasifikasi tradisional.
5. Pocong Mumun
Sobat Jpackers yang tumbuh pada era 2000-an mungkin ingat dengan sosok Mumun. Karakter ini pertama kali populer melalui sinetron horor Jadi Pocong, kemudian diadaptasi menjadi film Mumun pada 2022.
Dalam ceritanya, Mumun meninggal setelah mengalami kecelakaan. Ketika jenazahnya dimakamkan, penggali kubur bernama Husein lupa membuka ikatan kain kafannya. Mumun pun digambarkan gentayangan dan meneror warga, sekaligus mencari orang yang dianggap bertanggung jawab atas kematiannya.
Mumun menjadi salah satu karakter pocong yang paling mudah dikenali dalam budaya populer Indonesia. Ciri khas mata hijaunya juga melekat dalam ingatan penonton sinetron tersebut.
6. Pocong Duloh
Pocong Duloh berasal dari legenda urban yang dikenal di wilayah Lebak, Banten. Ceritanya diwariskan secara turun-temurun yang digunakan warga untuk menakut-nakuti anak-anak.
Kisah ini kemudian dikenal lebih luas melalui konten horor dan buku Teror Pocong Duloh. Dalam versi cerita yang dibukukan, Duloh digambarkan sebagai sosok dengan latar kehidupan dan kemampuan gaib yang berbeda dari kisah pocong pada umumnya.
7. Andong Pocong
Andong Pocong merupakan urban legend yang sempat ramai dibicarakan di Sidoarjo, Jawa Timur, sekitar 2007–2008. Keunikan cerita ini terletak pada suara gemerincing lonceng kereta kuda yang konon terdengar saat malam hari.
Latar belakangnya memiliki beberapa versi. Ada cerita yang menghubungkannya dengan kawasan bencana Lumpur Lapindo, sedangkan versi lain berkisah tentang pasangan pengantin yang meninggal dalam kecelakaan andong.
Karena versinya beragam, tidak ada satu asal-usul yang bisa dipastikan sebagai cerita asli. Andong Pocong lebih tepat dipahami sebagai legenda urban lokal yang berkembang melalui penuturan warga dan media.
Beragamnya cerita pocong menunjukkan bagaimana sosok ini terus berkembang dalam budaya horor Indonesia. Sebagian variasi muncul dari legenda setempat, sedangkan karakter seperti Mumun dan Pocong Gundul dikenal luas berkat karya hiburan.


