Kalimantan, pulau yang kaya akan hutan lebat dan budaya mistis, menyimpan sebuah kisah urban legend yang telah diceritakan turun-temurun, yaitu Saranjana Kota Ghaib. Konon, kota ini merupakan peradaban maju yang tersembunyi, tak kasat mata bagi orang awam.
Kisah-kisah tentang Saranjana seringkali dibumbui dengan pengalaman orang-orang yang mengaku pernah melihat atau bahkan tersesat di sana. Lantas, benarkah Saranjana itu ada? Mari kita telusuri lebih dalam.
Apa itu Saranjana?
Saranjana digambarkan sebagai kota modern yang sangat maju, dengan bangunan-bangunan megah, kendaraan mewah, dan teknologi canggih.
Namun, kota ini tidak tercatat di peta geografis mana pun. Keberadaannya diyakini berada di suatu tempat di Pulau Laut, Kalimantan Selatan, meskipun lokasi pastinya masih menjadi misteri.
Asal Usul Nama Saranjana
Asal usul nama “Saranjana” sendiri masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan bahwa nama ini berasal dari bahasa lokal yang berarti “tanah yang dijanjikan” atau “negeri yang hilang”. Ada pula yang berpendapat bahwa nama ini muncul dari kesalahan pengucapan atau penulisan pada peta-peta kuno.

Meskipun secara pasti tidak dapat ditunjukkan di peta, beberapa versi menyebutkan lokasi Saranjana berada di Kotabaru, Kalimantan Selatan, tepatnya di Teluk Tamiang, Pulau Laut. Hal ini diperkuat dengan beberapa kesaksian orang yang mengaku pernah melihat penampakan kota tersebut dari kejauhan, terutama dari atas perbukitan atau laut.
Mitos – Mitos Terkenal Seputar Saranjana
Kota yang tak kasat mata
Mitos yang paling umum adalah Saranjana merupakan kota gaib yang tidak dapat dilihat oleh orang biasa. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan “mata batin” yang dapat melihatnya.
Perdagangan Ghaib
Konon, penduduk Saranjana sering berinteraksi dengan dunia luar melalui perdagangan gaib. Mereka dikatakan membeli barang-barang kebutuhan dari pedagang manusia, namun pembayaran dilakukan dengan emas atau barang-barang berharga yang tiba-tiba muncul secara misterius.
Orang yang Tersesat
Banyak cerita tentang orang-orang yang tersesat di hutan atau laut dan kemudian menemukan diri mereka berada di Saranjana. Beberapa dari mereka kembali dengan selamat, membawa cerita tentang kemegahan kota tersebut, sementara yang lain menghilang tanpa jejak.
Film Saranjana Kota Ghaib
Baru-baru ini, sebuah film horor berjudul “Saranjana: Kota Ghaib” dirilis, mengangkat legenda urban ini ke layar lebar.
Film ini menceritakan tentang sebuah band yang melakukan tur di Kalimantan Selatan dan mengalami kejadian mistis yang berhubungan dengan Saranjana. Hal ini semakin mempopulerkan mitos Saranjana di kalangan masyarakat.
Kisah Febrian yang Tersesat di Kota Saranjana

Hingga saat ini, keberadaan Saranjana masih menjadi misteri. Tidak ada bukti ilmiah yang dapat membenarkan atau menyangkal keberadaannya.
Bagi sebagian orang, Saranjana hanyalah sebuah mitos atau legenda urban. Namun, bagi sebagian yang lain, terutama masyarakat Kalimantan, Saranjana adalah bagian dari kepercayaan dan budaya mereka.
Lain cerita untuk Mas Febrian, seorang narasumber di podcast Jejak Backpacker Indonesia. Sore itu, saat Febrian masih berumur 10 tahun, ia bermain petak umpet bersama 5 temannya. Ia bersembunyi di sebuah pohon ulin yang besar, namun nahas, Febri tidak bisa kembal. Ia seperti terhipnotis tidak bisa melakukan banyak hal, hingga tertidur pulas.
Saat terbangun, Febri sontak kaget karena tiba-tiba ia berada disebuah alun-alun kota. Saat berjalan berkeliling untuk mencari pertolongan, ia melihat pemandangan gedung-gedung tinggi modern yang tak pernah ia saksikan sebelumnya.
Bagaimana akhirnya Febrian bisa kembali ke rumahnya? Sobat Jpackers bisa mendengarkan kisah lengkapnya pada video dibawah ini!
Sekian artikel kali ini, terlepas dari benar atau tidaknya, kisah tentang Saranjana telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kearifan lokal dan menghormati kepercayaan masyarakat setempat.


