Dataran tinggi Ijen, atau yang lebih dikenal dengan ‘Kawah Ijen’ sangat direkomendasikan untuk dikunjungi, terutama bagi para traveler dan pendaki gunung. Dataran tinggi ini merupakan kaldera dengan kawah aktif yang berukuran sangat besar dengan luas 5.445 hektare yang berada satu komplek dengan Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.769 mdpl. Danau Kawah Ijen Jawa Timur diklaim sebagai salah satu kawah danau terbesar di dunia.
Destinasi Wisata Alam Kawah Ijen terletak diantara perbatasan dua kabupaten yakni Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso dan termasuk kedalam Kawasan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Kawah Ijen.
Cara Berkunjung ke Kawah Ijen dari Jakarta
Perjalanan menuju Kawah Ijen Banyuwangi saya lakukan dengan menggunakan moda transportasi bus dan travel lokal, namun selama melakukan perjalanan kesana saya mendapatkan informasi yang mungkin bermanfaat bagi sobat Jpackers yang ingin melakukan perjalanan ke TWA Kawah Ijen, berikut informasinya:
1) Naik Kereta KAI
Jika sobat ingin mengunjungi Taman Wisata Alam Kawah Ijen dari Jakarta, kalian bisa coba pakai moda transportasi Kereta KAI. Pertama, dari Jakarta naik kereta jurusan Stasiun Pasar Turi Surabaya. Tiba di Stasiun Pasar Turi sobat Jpackers lanjut naik Kereta Commuter Line Sindro (531) dengan tujuan Stasiun Wonokromo Surabaya, durasi waktu perjalanan yang dibutuhkan sekitar 67 menit.
Sesampainya di Stasiun Wonokromo, sobat Jpackers dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan KA Probowangi menuju Stasiun Ketapang di Banyuwangi.
Dari Stasiun Ketapang kalian bisa sewa motor dengan tarif bervariasi antara 50ribu sampai dengan 100ribu per hari, bergantung jenis motor yang disewa. Alternatif lain, sobat dapat pula menyewa mobil travel avanza semisal datang kesana bersama teman-teman sehingga bisa sharing cost untuk sewa mobil. Perjalanan menuju basecamp awal pendakian Kawah Ijen ditempuh selama kurang lebih 2-3 jam dengan tujuan akhir Pos Paltuding.
2) Naik Bus
Pada aktivitas mendaki kali ini saya melakukan perjalanan secara mandiri menggunakan moda transportasi bus dari Jakarta ke Banyuwangi. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 22 jam.
Kemudian disana saya menyambung dengan kendaraan avanza yang disewa yang kalau dirupiahkan nominal sewanya seharga Rp850.000 per hari untuk dipakai berkeliling di lokasi Wisata Kawah Ijen.
3) Naik Pesawat
Jika sobat Jpackers memiliki budget lebih dan menginginkan waktu perjalanan yang lebih singkat. Kamu bisa pilih alternatif transportasi menggunakan pesawat terbang, harga tiket pesawat berkisar antara Rp1juta – Rp1,5juta bergantung jenis maskapai dan kelas yang dipilih.
Tiba di Bandara Banyuwangi, sobat harus melanjutkan perjalanan ke pusat kota Banyuwangi kemudian dari sana sobat Jpackers bisa menyewa Jeep, sewa mobil jenis lain, atau ikut paket wisata mendaki Kawah Ijen.
Baca juga: Panduan Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng buat Sobat Jpackers
Rute Pendakian Kawah Gunung Ijen

Kawah Gunung Ijen merupakan gunung berapi yang tenang namun aktif dengan bentang alam yang didominasi oleh berbagai macam gunung. Contohnya di Pos Paltuding sobat Jpackers akan disuguhkan dengan pemandangan Gunung Merapi, Gunung Ijen, Gunung Widodaren, Gunung Papak serta Gunung Ranti.
Sedangkan di Pondok Bunder kita dapat menikmati pemandangan Gunung Raung, Gunung Rante, Perkebunan Kalisat, Perkebunan Belawan, Perkebunan Lijen, Kawah Urung, Gunung Roti dan Gunung Papak.
Butuh waktu 2-4 jam untuk trekking sampai ke bibir Kawah Ijen, waktu tempuh dapat bervariasi tergantung dari kecepatan setiap orang. Tersedia beberapa shelter selama trekking untuk beristirahat, pada siang hari shelter tersebut berfungsi menjadi warung yang menjajakan makanan dan minuman.
Bagi yang gak mau trekking bisa pakai gerobak yang di tarik warga lokal dengan biaya antara Rp800.000 – Rp1.500.000 untuk perjalanan pulang pergi (tergantung nego).
Perjalanan turun ke kawah membutuhkan waktu 30 menit -1 jam dengan medan yang lumayan curam menukik sampai ke bawah. Nah dari disini sobat sudah tidak bisa lagi pakai gerobak ya!
Berburu Blue Fire di Kawah Ijen

Tiba di bawah tepatnya di pinggiran kawah, terdapat blue fire yang mengalir di celah-celah bebatuan. Blue fire (api biru) yang muncul di malam hari merupakan fenomena alam yang menjadi keistimewaan serta daya tarik utama dari Kawah Ijen. Blue fire sebenarnya merupakan hasil pembakaran belerang yang terbakar dengan intensitas tinggi. Cahaya biru yang memancar dari api ini menciptakan pemandangan yang sangat indah dan spektakuler.
Menurut studi terbaru, Kawah Ijen konon menjadi satu-satunya lokasi di dunia yang mengeluarkan blue fire. Negara Islandia yang disebut-sebut menjadi lokasi kedua yang terdapat blue fire, justru tidak ditemukan oleh para peneliti gunung berapi dunia yang sudah melakukan riset disana dalam jangka waktu yang cukup lama.
Selain itu menurut mereka, Kawah Ijen juga merupakan kawah paling asam dan terbesar di dunia. Testimonial tersebut diungkapkan oleh Valentin R Troll dari Uppsala University Sweden, Prof Kim Berlo dan Dr Vincent van Hinsberg dari McGill University Canada, seperti dalam kutipan berita Detik.com.
Pemandangan indah api biru bisa kita saksikan antara pukul 02.00 WIB sampai dengan 05.00 WIB. Jadi jangan heran jika semua pengunjung bergegas agar tidak melewatkan kesempatan melihat fenomena tersebut.
Setelah matahari terbit otomatis blue fire ini akan padam atau akan sengaja dipadamkan oleh para penambang belerang sehingga menjadi bongkahan-bongkahan belerang yg akan di kumpulkan oleh para penambang tersebut.
Waspada Asap Belerang Kawah Ijen

Sobat Jpackers harus berhati-hati terhadap uap belerang yang menyembur ke udara. Gas yang dihasilkan tersebut dapat membuat sesak nafas apabila terhirup meskipun sobat sudah memakai masker, selain itu gas dari belerang ini juga dapat membuat mata pedih. Saran saya bawalah portable oksigen atau ventolin spray apabila tidak sengaja menghirup uap ini, kemudian segera menjauhlah dari sumber asap.
Pendaki atau pengunjung perlu memperhatikan batas-batas aman dan tetap waspada terhadap potensi bahaya gas-gas beracun yang keluar dari kawah.
Info Harga Tiket dan Biaya Lain Wisata Kawah Ijen Jawa Timur
Berikut ini budget yang saya keluarkan untuk melakukan pendakian ke Kawah Ijen pada Februari 2024:
- Tiket bus Jakarta – Banyuwangi Rp580.000
- Sewa mobil dari Kota Banyuwangi 24 jam Rp850.000 sudah termasuk bensin, tol dan lain-lain
- Sewa masker Rp30.000 /orang
- Biaya tiket masuk atau simaksi online sebesar Rp7.500 untuk wisatawan domestik dan Rp200.000 untuk wisatawan mancanegara. Tarif tersebut berlaku di akhir pekan
- Biaya makan rata-rata untuk sekali makan berkisar antara Rp20.000 s.d Rp50.000 (masih harga standar tidak terlalu mahal)
Tips Berkunjung ke Lokasi Wisata Kawah Ijen
Lakukan olahraga singkat beberapa hari sebelum melakukan perjalanan wisata ke Puncak Kawah Ijen, hal ini agar tubuh sobat Jpackers sudah siap dengan berbagai jenis kontur trek pada jalur pendakian.
Ikutlah open trip/travel yang banyak tersedia di Banyuwangi agar sobat tidak repot-repot melakukan booking online sendiri, selain itu open trip dapat menekan biaya transportasi. Dengan mengikuti open trip kita bisa mendapatkan pemandu wisata yang sudah paham dengan jalur yang dapat mempersingkat waktu kita untuk tiba di Ijen. Para pemandu juga biasanya sering menginformasikan spot-spot foto terbaik yang ada disana.
Untuk biaya open trip ke Kawah Ijen Jawa Timur berada pada kisaran Rp1.600.000 per orang. Sobat Jpackers bisa memesan open trip jauh-jauh hari sebelum trip di mulai, karena jika dadakan biasanya akan memakan biaya yang lebih mahal lagi.
Sekian informasi pengalaman mendaki dari saya, pantau terus cerita-cerita menarik lainnya mulai dari Adventure, Podcast, Kisah Misteri sampai dengan artikel Community Post. Sampai jumpa di cerita saya yang lain ya!



nice info mbak trisnie
wow terimakasih bang