Catatan Perjalanan Bang Alley Mendaki Gunung Gandang Dewata di Sulawesi Barat

Perjalanan Bang Alley mendaki Gunung Gandang Dewata bukanlah petualangan singkat. Dibutuhkan waktu 6 hari penuh untuk menuntaskan ekspedisi ini, dengan total jarak tempuh mencapai 47 kilometer dan elevation gain keseluruhan sebesar 4.059 meter.

Jejak Backpacker

Berpose di tugu puncak Gunung Gandang Dewata
Berpose di tugu puncak Gunung Gandang Dewata

Bagi para pendaki gunung sejati, nama Gunung Gandang Dewata mungkin sudah tidak asing lagi. Berada di jantung Pulau Sulawesi, gunung ini menawarkan tantangan tersendiri dengan keindahan alam yang masih sangat asri.

Kali ini, kita akan menyimak kisah perjalanan Bang Alley, host podcast Jejak Backpacker, yang berhasil menaklukkan puncak Gandang Dewata yang terkenal memiliki jalur yang menantang. Siap membaca petualangan epik ini? Mari kita simak kisah perjalanannya sampai selesai!

Mengenal Lebih Dekat Gunung Gandang Dewata

Gandang Dewata merupakan gunung tertinggi kedua di Sulawesi yang terletak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Gunung ini menjadi bagian dari rangkaian Pegunungan Quarlesi, yakni sebuah kawasan yang dikenal dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, mulai dari hutan hujan tropis yang lebat hingga vegetasi khas pegunungan tinggi.

Gunung yang sudah diresmikan menjadi Taman Nasional Gandang Dewata ini memiliki ketinggian 3.038 meter di atas permukaan laut (mdpl). Keindahan puncaknya kerap diselimuti kabut dan awan, menciptakan pemandangan yang magis. 

Jalur pendakiannya dikenal cukup ekstrim dan menantang, dengan medan yang bervariasi mulai dari tanjakan terjal, turunan curam, hingga melintasi sungai dan hutan belantara. Namun, semua itu terbayar lunas dengan panorama alam yang indah dan masih asri di sepanjang perjalanan hingga mencapai puncaknya.

Kisah Bang Alley Menaklukkan Gandang Dewata dalam 6 Hari

Tim pendakian Gunung Gandang Dewata dipandu oleh trip operator
Tim pendakian Gunung Gandang Dewata dipandu oleh trip operator

Perjalanan Bang Alley mendaki Gunung Gandang Dewata bukanlah petualangan singkat. Dibutuhkan waktu 6 hari penuh untuk menuntaskan ekspedisi ini, dengan total jarak tempuh mencapai 47 kilometer dan elevation gain keseluruhan sebesar 4.059 meter. Mari kita simak rincian setiap harinya:

Hari 1: Memulai Pendakian dari R. Pongko menuju Pos 3

Bang Alley dan timnya memulai pendakian pada pukul 09.00 pagi dari R.Pongko dan baru tiba di Pos 3 pada pukul 18.30 sore.

Pada hari pertama, mereka sudah disuguhkan perjalanan yang intens, dengan waktu tempuh mencapai 9,5 jam. Mereka menghadapi medan yang menanjak signifikan, terbukti dari perubahan elevasi dari 1.300 mdpl menjadi 2.711 mdpl, lalu mencatatkan ascent sebesar 1.509 meter dan descent 247 meter. Selain itu, jarak tempuh perjalanan hari pertama ini mencapai sejauh 10,3 kilometer. 

Tantangan di hari pertama ini langsung menguji ketahanan fisik dan mental para pendaki. Jadi, buat sobat Jpackers yang penasaran mau coba mendaki ke Gandang Dewata, kalian wajib mempersiapkan fisik terlebih dahulu sebelum perjalanan pendakian dimulai.

Hari 2: Dari Pos 3 Menuju Pos 5

Setelah beristirahat semalam di Pos 3, perjalanan dilanjutkan pada pukul 09.00 pagi menuju Pos 5. Perjalanan hari kedua ini relatif lebih singkat, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam 48 menit, mereka tiba di Pos 5 pada pukul 13.48 WITA.

Meskipun waktu tempuhnya lebih singkat, tim pendakian ini tetap menghadapi medan yang bervariasi. Elevasi turun dari 2.711 mdpl menjadi 2.143 mdpl, dengan ascent 241 meter dan descent 683 meter. Total jarak tempuh hari kedua menuju Pos 5 adalah sejauh 7,6 kilometer.

Di Pos 5, tim pendakian kembali mendirikan tenda dan bermalam, mengisi kembali energi untuk perjalanan jauh berikutnya yang lebih menantang.

Hari 3: Dari Pos 5 Menuju Lembah V

Pada hari ketiga, rombongan memulai perjalanan dari Pos 5 pada pukul 07.40 pagi menuju Lembah V. Perjalanan ini memakan waktu cukup panjang yakni dengan jarak mencapai 8,7 kilometer. Tim pendakian membutuhkan waktu sekitar 8 jam 24 menit hingga mencapai Lembah V. 

Rute perjalanan hari ketiga ini elevasi-nya mengalami penurunan yakni dari 2.143 mdpl menjadi 1.782 mdpl. Medan yang terus berubah menuntut konsentrasi tinggi. Dalam situasi pendakian panjang seperti ini, asupan makanan yang tepat serta kekompakan tim sangat krusial untuk menjaga performa.

Hari 4: Summit Attack ke Puncak Gandang Dewata

Hari yang paling ditunggu dan paling mendebarkan bagi seorang pendaki yakni saat akan melakukan perjalanan ke puncak atau summit attack. Dari Lembah V, Bang Alley dan tim memulai pendakian pada pukul 08.44 pagi. Targetnya adalah mencapai Puncak Gandang Dewata yang menjulang di ketinggian 3038 mdpl.

Elevasi melonjak drastis dari 1.782 mdpl hingga mencapai 3.038 mdpl yang menggambarkan perjalanan yang terus menanjak. Jarak yang ditempuh untuk mencapai puncak mencapai 8 kilometer.

Sekitar pukul 17.07 WITA atau dengan waktu tempuh sekitar 8 jam 23 menit, Bang Alley akhirnya mencapai puncak gunung tertinggi kedua di Sulawesi setelah Gunung Latimojong tersebut. Momen mencapai puncak ini menjadi puncak kebahagiaan dan kelegaan setelah perjalanan panjang yang ditempuh.

Hari 5: Menuruni Puncak Menuju Pos 7 Paku

Setelah berhasil menaklukkan puncak, perjuangan masih belum berakhir, perjalanan dilanjutkan dengan menuruni gunung. Pada hari kelima, mereka bergerak dari Puncak Gandang Dewata menuju Pos 7 Paku. Perjalanan ini memakan waktu 8 jam 15 menit, tepatnya dimulai pada pukul 08.45 WITA hingga 17.00 WITA.

Terjadi penurunan elevasi yang signifikan, dari 3.038 mdpl menjadi 1.715 mdpl. Jarak tempuh pada hari ini mencapai 9,1 kilometer, yang menunjukkan bahwa meskipun menurun, medan tetap menantang dan membutuhkan konsentrasi.

Hari 6: Kembali ke Peradaban – Menuju Dusun Paku

Hari terakhir pendakian, tim melanjutkan perjalanan dari Pos 7 Paku menuju Dusun Paku. Perjalanan turun dimulai pada pukul 09.10 pagi dan berakhir pada pukul 14.47 siang atau memakan waktu sekitar 5 jam 37 menit.

Elevasi terus menurun dari 1.715 mdpl menjadi 801 mdpl, menandakan mereka semakin mendekati pemukiman. Jarak tempuh pada hari terakhir mencapai 9,1 kilometer. Perjalanan hari ke 6 ini menandakan keberhasilan tim pendakian menyelesaikan tantangan menaklukan Puncak Gunung Gandang Dewata. Semua anggotan tim pendakian berhasil pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan sehat dan utuh.

Secara keseluruhan, perjalanan Bang Alley mendaki Gunung Gandang Dewata ini merupakan ekspedisi yang luar biasa berat. Total elevation gain atau penambahan ketinggian yang mereka alami selama pendakian adalah 4.059 meter.

Sementara itu, total jarak tempuh dari awal hingga akhir ekspedisi mencapai 47 kilometer. Angka-angka ini menunjukkan betapa berat dan panjangnya perjalanan yang telah ditempuh.

Pentingnya Jasa Pemandu Lokal atau Open Trip Pendakian

Mengingat medan pendakian Gunung Gandang Dewata yang cukup menantang dan panjang, sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal atau bergabung dengan open trip pendakian. Seperti yang dilakukan oleh Bang Alley dan timnya, mereka dijemput langsung oleh trip operator di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk melanjutkan perjalanan darat ke titik awal pendakian.

Mengapa opsi ini lebih baik?

  • Efisiensi Waktu dan Biaya
    Dengan trip operator atau pemandu lokal, seluruh logistik perjalanan (transportasi dari bandara, akomodasi awal, perizinan, dan logistik pendakian) sudah diatur. Ini akan menghemat waktu perencanaan dan seringkali lebih efisien biaya dibandingkan mengatur semuanya sendiri, terutama untuk perjalanan dengan rombongan.
  • Keamanan dan Pengetahuan Medan
    Pemandu lokal sangat memahami jalur pendakian, kondisi cuaca, serta potensi bahaya di Gunung Gandang Dewata. Mereka bisa memimpin perjalanan dengan aman, memberikan informasi penting tentang flora dan fauna, serta membantu jika terjadi keadaan darurat.
  • Pengalaman Mendalam
    Pemandu lokal tidak hanya akan memandumu mendaki, tetapi juga bisa berbagi cerita dan pengetahuan budaya setempat, menjadikan pengalaman pendakianmu lebih kaya.

Bergabung dengan open trip juga memberimu kesempatan untuk bertemu pendaki lain, berbagi pengalaman, dan saling mendukung selama perjalanan. Jadi, untuk pengalaman pendakian Gandang Dewata yang lancar, aman, dan berkesan, pertimbangkan matang-matang untuk menggunakan jasa profesional.

Cara Menuju ke Gunung Gandang Dewata dari Jakarta

Perjalanan menuju Gunung Gandang Dewata dari Jakarta memang membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang, mengingat lokasinya yang berada di Sulawesi Barat. Ada beberapa opsi transportasi yang bisa kamu pertimbangkan:

Pesawat Jakarta (CGK) – Mamuju (MJU)

Jika kamu mencari rute tercepat, opsi ini memungkinkanmu tiba di Sulawesi Barat melalui Bandara Tampa Padang (MJU) di Mamuju. Namun, perlu diketahui bahwa penerbangan langsung (direct flight) dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta ke Mamuju jarang tersedia. Umumnya, kamu perlu melakukan beberapa kali transit, seringkali di kota-kota besar seperti Makassar, Balikpapan, atau bahkan Surabaya.

Konsekuensi dari rute ini adalah harga tiket pesawat yang cenderung lebih mahal karena keterbatasan penerbangan dan frekuensi transit. Waktu tempuh total juga bisa menjadi lebih lama karena jeda antar transit. Meskipun demikian, opsi ini akan membawamu lebih dekat ke titik awal pendakian di Sulawesi Barat.

Pesawat Jakarta (CGK) – Makassar (UPG) Dilanjutkan Perjalanan Darat

Opsi ini menjadi pilihan yang lebih populer dan efisien secara biaya bagi kebanyakan pendaki. Kamu bisa terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin (UPG) Makassar. Tiket pesawat ke Makassar jauh lebih mudah ditemukan dengan harga yang relatif lebih murah dan pilihan maskapai yang beragam.

Setelah tiba di Makassar, perjalanan dilanjutkan dengan angkutan darat menuju Mamasa. Perjalanan darat dari Makassar ke Mamasa ini akan memakan waktu yang cukup panjang, biasanya sekitar 8 hingga 12 jam, tergantung kondisi jalan dan jenis kendaraan.

Kamu bisa menyewa mobil, menggunakan bus umum, atau bergabung dengan rombongan pendaki lain untuk berbagi biaya. Meskipun memakan waktu di darat, opsi ini sering kali menjadi pilihan terbaik mengingat kemudahan akses dan ketersediaan tiket pesawat yang lebih terjangkau.

Dokumentasi Perjalanan

Jejak Backpacker

Konten kreator yang membahas kisah-kisah pendakian, cerita mistis, kisah inspiratif, dan kejadian viral menarik lainnya.

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar


kopi liong bulan jejakbackpacker