7 Fakta Yakutsk, Kota Terdingin di Dunia yang Suhunya Bisa Mencapai -71°C

Di Siberia ada sebuah kota yang dikenal sebagai tempat tinggal manusia paling dingin di bumi. Kota ini menantang batas kemampuan manusia untuk bertahan hidup di suhu ekstrem, dengan berbagai adaptasi unik yang mungkin sulit dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Jejak Backpacker

Yakutsk, kota terdingin di dunia
Yakutsk, kota terdingin di dunia

Coba bayangkan kamu berdiri di luar rumah pada suhu yang begitu dingin sampai napas berubah menjadi kristal es di udara.

Air panas yang dilempar ke udara langsung membeku sebelum menyentuh tanah. Kedengarannya seperti adegan film survival di Kutub Utara, tapi ini adalah kehidupan nyata di sebuah kota bernama Yakutsk.

Yakutsk merupakan ibu kota Republik Sakha di Siberia, Rusia. Kota ini dikenal luas sebagai kota terdingin di dunia yang masih dihuni manusia dalam jumlah besar. Saat musim dingin mencapai puncaknya, suhu di kota ini bisa turun hingga -71°C, angka yang hampir tidak masuk akal bagi sebagian besar orang di dunia.

Peta Yakutsk yang termasuk wilayah Rusia

Meski kondisi alamnya ekstrem, sekitar 300 ribu orang tetap tinggal dan menjalani kehidupan normal di sana. Mereka bekerja, bersekolah, berbelanja, bahkan mengendarai mobil seperti masyarakat kota lain.

Lalu pertanyaannya, bagaimana manusia bisa bertahan hidup di tempat sedingin itu?

Berikut beberapa fakta menarik tentang Yakutsk yang akan membuat kamu semakin kagum dengan kemampuan manusia beradaptasi di lingkungan paling ekstrem di planet ini.

1. Suhu Pernah Mencapai -71°C

Yakutsk sering disebut sebagai kota terdingin di dunia karena suhu musim dinginnya bisa mencapai angka yang sangat ekstrem.

Pada musim dingin, suhu rata-rata di kota ini biasanya berada di kisaran -40°C hingga -50°C. Namun dalam kondisi tertentu, suhu dapat turun jauh lebih rendah hingga menyentuh -71°C.

Pada suhu seperti itu, tubuh manusia sangat rentan terhadap bahaya. Bahkan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki di luar rumah bisa menjadi pengalaman yang berisiko jika tidak memakai perlindungan yang tepat.

Fenomena unik juga sering terjadi di Yakutsk. Salah satunya adalah eksperimen sederhana yang sering dilakukan wisatawan, yakni dengan melempar air panas ke udara. Air tersebut akan langsung berubah menjadi butiran es di udara sebelum sempat jatuh ke tanah.

Meski terdengar ekstrem, kota ini tetap memiliki populasi besar dengan kehidupan yang berjalan relatif normal.

2. Mobil di Yakutsk Hampir Tidak Pernah Dimatikan

Salah satu pemandangan paling aneh di Yakutsk adalah mobil yang dibiarkan menyala tanpa pengemudi di dalamnya.

Bagi warga setempat, mematikan mesin mobil saat musim dingin bisa menjadi keputusan yang sangat berbahaya. Mesin kendaraan dapat membeku total hanya dalam waktu sekitar 20 menit jika tidak menyala.

Akibatnya, banyak orang memilih untuk membiarkan mesin mobil tetap hidup selama berjam-jam, bahkan ketika mereka sedang berbelanja atau meninggalkan kendaraan untuk sementara waktu.

Beberapa warga yang memiliki kemampuan finansial lebih biasanya menggunakan garasi berpemanas agar mesin mobil tetap hangat. Selain itu, banyak kendaraan dimodifikasi dengan kaca ganda dan pipa knalpot khusus untuk mencegah pembekuan di saluran mesin.

Jika mobil mogok di luar kota tanpa sinyal telepon, situasinya bisa sangat berbahaya. Mesin yang mati dapat membeku dengan cepat dan seseorang berisiko meninggal kedinginan dalam hitungan jam jika tidak segera mendapatkan bantuan.

3. Rumah di Yakutsk Dibangun di Atas Tiang

Kondisi tanah di Yakutsk sangat berbeda dengan kebanyakan kota di dunia. Kota ini berdiri di atas permafrost, yaitu lapisan tanah yang membeku permanen sepanjang tahun.

Lapisan es ini bisa mencapai kedalaman sekitar 30 meter di bawah permukaan tanah. Jika bangunan dibangun langsung di atas tanah tersebut, panas dari bangunan dapat mencairkan es dan membuat fondasi menjadi tidak stabil.

Karena itulah hampir semua bangunan di Yakutsk dibangun di atas pilar atau tiang penyangga. Struktur ini memungkinkan udara dingin mengalir di bawah bangunan sehingga tanah tetap membeku dan stabil.

Bahkan sistem pipa air di kota ini juga sangat unik. Pipa tidak ditanam di dalam tanah seperti di kota lain, melainkan diletakkan di atas permukaan tanah untuk mencegah pembekuan dan kerusakan akibat tekanan es.

Meski teknologi ini membantu, bangunan tua di Yakutsk tetap bisa mulai miring setelah bertahun-tahun karena pergerakan lapisan es di bawahnya.

4. Pasar di Yakutsk Tidak Membutuhkan Kulkas

Kalau kamu pergi ke pasar tradisional Yakutsk, kamu mungkin akan melihat sesuatu yang tidak biasa.

Di sana, penjual tidak membutuhkan kulkas atau freezer untuk menyimpan makanan. Suhu udara di luar sudah cukup dingin untuk membekukan semua produk makanan secara alami.

Ikan, daging kelinci, hingga daging kuda dijual dalam keadaan membeku keras seperti batu. Produk-produk tersebut bisa bertahan lama tanpa mengalami pembusukan karena suhu udara yang sangat rendah.

Beberapa warga bahkan memanfaatkan kondisi ini sebagai freezer alami. Mereka menyimpan makanan dengan cara menggantungnya di luar jendela rumah.

5. Keluar Rumah Terlalu Lama Bisa Berbahaya

Pada suhu ekstrem, tubuh manusia bisa mengalami hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu tubuh turun drastis karena kehilangan panas terlalu cepat. Selain itu, kulit yang terpapar udara dingin juga bisa mengalami frostbite atau radang dingin dalam waktu sangat singkat. Kondisi ini membuat jaringan tubuh membeku dan dapat berujung pada kerusakan permanen.

Gejala awal biasanya berupa mati rasa pada kulit, diikuti perubahan warna kulit menjadi putih atau kebiruan.

6. Benda Logam Bisa Menjadi Sangat Berbahaya

Di Yakutsk, benda sehari-hari yang terlihat biasa bisa berubah menjadi sesuatu yang berbahaya ketika suhu turun terlalu ekstrem.

Salah satu contohnya adalah kacamata dengan bingkai logam. Pada suhu yang sangat rendah, logam dapat membeku dengan cepat dan menempel pada kulit wajah.

Jika seseorang mencoba melepasnya secara paksa, logam tersebut bisa menarik kulit dan menyebabkan luka.

Karena itulah banyak warga Yakutsk menghindari penggunaan aksesori berbahan logam ketika berada di luar ruangan. Mereka juga selalu mengenakan pakaian tebal berlapis, sarung tangan, serta penutup wajah untuk melindungi tubuh dari suhu yang bisa mencapai puluhan derajat di bawah nol.

7. Yakutsk Menyimpan Kekayaan Alam yang Besar

Di balik kondisi alamnya yang ekstrem, wilayah Yakutsk sebenarnya menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.

Daerah ini dikenal sebagai salah satu pusat pertambangan berlian terbesar di dunia. Diperkirakan sekitar 20 persen cadangan berlian dunia berasal dari wilayah Republik Sakha.

Selain itu, permafrost di daerah ini juga menjadi tempat ditemukannya berbagai fosil hewan purba, termasuk mammoth berbulu yang telah punah ribuan tahun lalu.

Beberapa penemuan bahkan menunjukkan bangkai mammoth yang masih memiliki jaringan tubuh utuh karena terawetkan oleh suhu dingin selama ribuan tahun.

8. Permafrost yang Mencair Bisa Membawa Ancaman Baru

Perubahan iklim global mulai memberikan dampak pada wilayah Siberia, termasuk Yakutsk.

Ketika suhu bumi meningkat, lapisan permafrost yang selama ribuan tahun membeku perlahan mulai mencair. Fenomena ini tidak hanya mengancam stabilitas bangunan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran lain yang lebih serius.

Para ilmuwan khawatir bahwa pencairan es purba dapat melepaskan bakteri atau virus kuno yang telah terperangkap di dalam es selama ribuan tahun.

Karena manusia modern belum pernah terpapar mikroorganisme tersebut, ada kemungkinan sistem imun kita tidak siap menghadapi penyakit dari masa lalu tersebut.

Hal ini membuat permafrost bukan hanya fenomena geologi, tetapi juga menjadi perhatian besar dalam penelitian ilmiah tentang perubahan iklim.

Yakutsk adalah contoh nyata bagaimana manusia mampu beradaptasi dengan lingkungan paling ekstrem di bumi.

Bagi banyak orang, Yakutsk mungkin terlihat seperti tempat yang mustahil untuk ditinggali. Namun bagi ratusan ribu penduduknya, kota ini adalah rumah yang telah mereka kenal sepanjang hidup.

Sekarang pertanyaannya buat kamu, sobat Jpackers.

Kalau diberi kesempatan, sanggupkah kamu bertahan hidup satu hari saja di kota paling dingin di dunia ini?

Jejak Backpacker

Konten kreator yang membahas kisah-kisah pendakian, cerita mistis, kisah inspiratif, dan kejadian viral menarik lainnya.

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar


kopi liong bulan jejakbackpacker