Mengenal 4 Kaldera Gunung Besar yang Ada di Indonesia

Berikut ini merupakan daftar gunung yang memiliki kaldera terbesar di Indonesia. Selain keindahannya, sejarah terbentuknya kaldera tersebut menyisakan tragedi besar pada masa-nya.

Debi Putra Harianto

Kaldera gunung berapi di Indonesia

Sobat JPackers, diantara kalian pasti ada yang pernah main ke beberapa kaldera gunung yang ada di Indonesia kan?

Selain pemandangannya yang cantik, kaldera – kaldera di Indonesia ini juga memiliki karakteristik yang berbeda – beda loh sob.

Tapi kalian penasaran gak sih bagaimana caranya kaldera – kaldera itu bisa terbentuk atau mungkin juga terbersit pertanyaan dulunya kaldera ini apa sih, kalau gunung tingginya seberapa sih?

Nah untuk menjawab rasa penasaran kalian mari kita telusuri sama – sama.

Kaldera Gunung Toba/Danau Toba

Danau yang menjadi ikon dari Sumatera Utara dan Indonesia ini mempunyai luasan 1.145 km2 dan kedalaman sekitar 450 m – 500 m.

Di tengah Danau Toba terdapat pulau Samosir yang juga tidak kalah indahnya dengan budayanya yang kental. Membicarakan danau yang satu ini tidak akan lepas dari legenda yang sudah diceritakan secara turun temurun mengenai asal muasal terbentuknya danau ini.

Legenda itu bercerita tentang seorang yatim piatu bernama Toba yang merupakan petani sekaligus nelayan. Pada suatu hari Toba mendapatkan seekor ikan mas berukuran besar kemudian memeliharanya karena keindahannya.

Namun tanpa disangka sang ikan berubah menjadi seorang puteri yang sangat cantik sehingga membuat Toba terpikat sampai akhirnya menikahinya. Namun sang puteri memberi syarat agar Toba merahasiakan tentang asal muasalnya yang kemudian Toba menyetujuinya.

Bertahun – tahun menjalin rumah tangga yang harmonis mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Samosir. Suatu hari Samosir diminta sang ibu untuk mengantar bekal makanan ayahnya, namun karena merasa lapar Samosir memakan bekal ayahnya.

Saat Samosir tiba Toba pun murka karena melihat bekalnya yang sudah kosong. Sampai Toba melanggar janjinya pada istrinya, Toba berteriak bahwa Samosir adalah anak ikan. Akibatnya langit menjadi gelap dan hujan turun selama berhari – hari, sehingga mengakibatkan banjir besar kemudian menjadi Danau Toba dan pulau di tengahnya yang dipercaya sebagai tempat terakhir terlihatnya Samosir dan Ibunya yang kemudian diberi nama Pulau Samosir.

Secara sains, menurut hipotesis Geolog asal Belanda yang bernama Van Bemmelen dalam bukunya Geology of Indonesia pada tahun 1939. Danau Toba terjadi karena akibat dari erupsi gunung purba yang sangat dahsyat dan gabungan dari aktivitas vulkanik dan tektonik lanjutan.

Akibat dari aktivitas itu menyebabkan naiknya sebagian tanah yang akhirnya membentuk pulau Samosir. Bahkan akibat letusan ini populasi manusia diperkirakan menyusut sebanyak 60%.

Kaldera gunung purba danau Toba
Drone footage Danau Toba (image: Youtube Simon Yap)

Kaldera Gunung Raung

Gunung Raung dicap sebagai gunung ter-ekstrem di Pulau Jawa yang cukup menarik minat para pendaki dari dalam dan luar negeri. Selain pemandangannya yang indah, yang menjadi daya tarik utama gunung ini karena jalur pendakiannya yang menantang adrenalin.

Gunung Raung juga dikenal memiliki kaldera yang besar. Luasnya bisa mencapai lebih dari 2 kilometer serta kedalaman 450 – 550 meter dan merupakan yang terluas ke-2 di Indonesia. Dari puncak gunung ini kalian bisa melihat gunung lain di sekitarnya loh sob, bahkan saat cuaca cerah kalian bisa melihat Gunung Semeru dan Rinjani dari kejauhan.

Ada sebuah kisah jika gunung ini tadinya memiliki ketinggian sekitar 5.000-an mdpl loh. Tapi karena sebuah letusan dahsyat gunung ini kehilangan hampir setengah dari ketinggiannya yang akhirnya menjadi kaldera Raung yang saat ini bisa kalian sambangi.

Bahkan letusan tersebut konon sampai menyebabkan sebuah kerajaan harus kehilangan wilayahnya, nama Raung sendiri berasal dari suara letusan besar tersebut yang seperti bunyi raungan yang keras.

Di Gunung ini juga terdapat legenda kerajaan gaib Macan Putih yang berdiri sejak 1638 yang diperintah oleh Pangeran Tawangalun. Selain itu di gunung ini tepatnya di Pos Pondok Demit juga disebut sebagai pasar setan sehingga banyak pendaki yang menghindari mendirikan tenda dan menginap di pos ini.

Di sekitar lereng gunung ini juga terdapat air terjun yang indah dan sangat segar loh sob. Jika kalian berkunjung ke Gunung Raung jangan lupa untuk mencicipi durian dan juga kopinya ya Sob. Dijamin gak akan menyesal deh !

Berfoto dengan latar kaldera Gunung Raung
Grup pendaki berpose dengan latar kaldera Gunung Raung (image: WHd Story)

Kaldera Gunung Tambora

Kaldera Gunung yang terletak di Nusa Tenggara Barat ini adalah salah satu kaldera yang saat terbentuknya membuat satu dunia mengalami masa kegelapan.

Pada masa sebelum letusan besar pada tahun 1815 diketahui tambora memiliki ketinggian sampai 4.300 Mdpl loh sob. Pada saat letusan besar terjadi pada tahun tersebut bukan hanya Tambora kehilangan setengah ketinggiannya tapi juga membuat seluruh dunia mengalami musibah besar.

Letusan dengan kekuatan setara 171.500 unit bom atom ini terdengar sampai ke Sumatera atau sekitar 2.000 km sebelah barat dari pusat letusan. Menyebabkan hujan abu vulkanis di Kalimantan, Jawa dan Maluku, bahkan tercatat memakan korban jiwa sampai 71.000 jiwa dengan 11.000 – 12.000 jiwa tewas akibat dampak langsung dari letusan.

Letusan ini selain menghasilkan kaldera dengan diameter 7 km juga sampai menyebabkan perubahan iklim pada tahun berikutnya (1816). Tahun ini disebut tahun tanpa musim panas karena debu vulkanik yang menutupi langit Amerika Utara sampai Eropa. Peristiwa ini menyebabkan gagal panen dan banyak ternak yang mati sehingga membuat wabah kelaparan terburuk pada abad ke-19.

Pada tahun 2004 sekelompok arkeolog menemukan sisa kebudayaan pada kedalaman 3 meter dalam tanah akibat letusan tahun 1815 dan temuan ini disebut Pompeii dari Timur karena mirip dengan Kota Pompeii di Italia yang juga terkubur material letusan vulkanik.

Terdapat legenda dari letusan ini tentang kisah murkanya seorang ulama penyebar ajaran Islam yang ditipu seorang raja. Saat sang ulama melarang masyarakat sekitar untuk mengkonsumsi daging anjing dan babi tapi malah disuguhkan daging anjing oleh sang Raja dengan mengatakan bahwa daging itu adalah daging kambing.

Usai acara jamuan makan sang raja baru mengatakan bahwa daging itu adalah daging anjing dan membuat ulama tersebut murka dan melontarkan kutukan kepada raja dan terjadilah letusan besar tersebut.

Kaldera raksasa Gunung Tambora (foto Istimewa)
Kaldera raksasa Gunung Tambora (image: Istimewa)

Kaldera Gunung Samalas/Rinjani

Gunung yang merupakan puncak tertinggi di Bali – Nusa Tenggara ini selain mempunyai pemandangan yg indah juga terkenal akan kaldernya yang luas.

Dulu Rinjani dikenal sebagai Gunung Samalas dengan ketinggian sekitar 4.200 Mdpl. Letusan Gunung Samalas terekam dalam naskah lontar Babad Lombok. Diketahui letusan yang terjadi pada tahun 1257 ini menjadi penyebab terjadinya zaman es kecil selama berabad – abad. Sama seperti letusan Tambora, letusan Samalas juga menyebabkan kegagalan panen dan wabah kelaparan di Eropa dan belahan dunia lainnya.

Letusan Gunung Purba Samalas meninggalkan kawah seluas 6 – 7 km di tepat dahulunya berdiri yang sekarang menjadi Danau Kawah Segara Anak. Sejak runtuhnya Samalas muncul dua puncak berapi baru yaitu Rombongan dan Barujari.

Walaupun letusannya sudah terjadi selama berabad – abad tapi pada 2013 baru diketahui oleh ahli vulkanologi asal Prancis (Franck Lavigne) kalau perubahan iklim itu disebabkan oleh letusan Samalas di Lombok.

Letusan ini juga menyebabkan periode kekosongan di Lombok akibat eksodus besar – besaran dari Lombok dan membuat kota Pamatan sebagai pusat peradaban pada masa itu terkubur abu vulkanik.

Gunung Samalas, Rinjani (image Youtube Deganduls)
Gunung Samalas, Rinjani (image Youtube Deganduls)

Selain empat kaldera di atas masih banyak lagi kaldera canti yang penuh legenda di Indonesia. Kira – kira kaldera mana yang kalian tertarik untuk kunjungi atau malah sudah pernah kalian kunjungi sob?

Jangan pernah bosan menjelajah dan tetap jaga kekayaan alam Indonesia ya sob.

Editor: IG

Debi Putra Harianto

Menggeluti kegiatan traveling dan jelajah alam sejak 2010 Anggota Malabrata Adventure

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar


kopi liong bulan jejakbackpacker