Ini Dia 7 Fakta Menarik Seputar Alun-alun Mandalawangi Gunung Pangrango

Berikut ini fakta-fakta dari Lembah Mandalawangi yang menarik untuk disimak!

Jejak Backpacker

Foto alun-alun Mandalawangi Gunung Pangrango dari citra satelit

Gunung Pangrango, dengan segala keindahan dan misterinya, selalu menjadi magnet bagi para petualang dan pecinta alam. Di balik keagungannya, tersembunyi sebuah surga tersembunyi.

Jika pada pendakian Gunung Gede terdapat Alun-alun Suryakencana yang begitu luas dan indah, maka Gunung Pangrango juga memiliki Alun-alun Mandalawangi yang tak kalah cantik.

Tempat ini bukan sekedar padang rumput yang luas di ketinggian gunung, namun menyimpan berbagai fakta menarik yang membuatnya begitu istimewa.

1. Alun-alun Mandalawangi Gunung Pangrango Berada di Ketinggian 3000an MDPL

Suasana Alun-alun Mandalawangi yang terletak diketinggian 3000an mdpl
Suasana Alun-alun Mandalawangi yang terletak diketinggian 3000an mdpl

Untuk mencapai lokasi ini, sobat Jpackers harus mencapai puncak Gunung Pangrango yang berada di ketinggian 3.019 meter di atas permukaan laut (mdpl). Setelah itu para pendaki biasanya harus berjalan kaki sekitar 100 meter dari puncak Pangrango menuju ke area tersebut.

2. Habitat Bunga Edelweis

Foto bunga edelweis yang tumbuh subur di Lembah Mandalawangi
Foto bunga edelweis yang tumbuh subur di Lembah Mandalawangi

Alun-alun Mandalawangi di Gunung Pangrango memiliki luas area sekitar 4,93 hektar. Lokasi ini memang dikenal sebagai salah satu habitat penting bagi bunga edelweis (Anaphalis javanica).

Bunga yang juga dikenal dengan sebutan “bunga abadi” ini tumbuh subur di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, dan menjadi daya tarik utama bagi para pendaki dan pecinta alam.

Hamparan “bunga abadi” yang tumbuh di Lembah Mandalawangi menciptakan pemandangan yang sangat indah dan mempesona. Bunga-bunga putih dengan latar belakang pemandangan hutan dan lembah yang hijau memberikan pengalaman visual yang menyegarkan mata.

3. Titik Pertemuan Tiga Kabupaten

Citra satelit Gunung Pangrango dengan Lembah Mandalawangi di tengahnya
Citra satelit Gunung Pangrango dengan Lembah Mandalawangi di tengahnya

Puncak Mandalawangi merupakan titik batas antara 3 wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten Sukabumi.

4. Lokasi Favorit Soe Hok Gie

Foto Soe Hok Gie, sang aktivis sekaligus pecinta alam (sumber gambar Tempo)
Foto Soe Hok Gie, sang aktivis sekaligus pecinta alam (sumber gambar Tempo)

Para pecinta alam pasti tidak asing dengan sosok Soe Hok Gie. Beliau merupakan seorang aktivis mahasiswa, penulis, dan pemikir Indonesia yang dikenal karena pemikiran kritis dan keberaniannya terhadap pemerintah.

Apa hubungannya Lembah Mandalawangi dengan mendiang Soe Hok Gie? Semasa hidupnya, lokasi ini menjadi salah satu tempat favorit yang sering dikunjungi oleh beliau untuk mencari ketenangan, inspirasi, dan menyatu dengan alam.

Saking cintanya dengan lokasi tersebut, Soe Hok Gie bahkan membuat karya puisi bertajuk “Mandalawangi-Pangrango” serta “Sebuah Tanya”.

Bahkan kabarnya, pada tanggal 17 Desember 1975, sebagian abu jenazah Soe Hok Gie ditaburkan di lokasi favoritnya tersebut.

5. Jalur Pendakian yang Menantang

Jalur pendakian menuju Lembah Mandalawangi di Gunung Pangrango sama seperti jalur pendakian ke Gunung Gede, yakni melalui Jalur Cibodas di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Pos Kandang Badak, persimpangan ke Puncak Gede dan Puncak Pangrango
Pos Kandang Badak, persimpangan ke Puncak Gede dan Puncak Pangrango

Para pendaki baru akan berpisah jalur saat sudah mencapai Pos Kandang Badak. Perjalanan dari pos ini menuju ke Puncak Pangrango membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam, rutenya terbilang berat dengan medan yang terjal dan menantang.

6. Masih Terdapat Satwa Liar

Menurut kabar yang beredar dari komunitas pendaki, di Lembah Mandalawangi sesekali sering terlihat hewan buas yang tampak seperti macan tutul dan macan kumbang yang sedang minum di area mata air.

Foto macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Foto macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di Gunung Gede Pangrango / sumber: ksdae.menlhk.go.id

Para pendaki perlu waspada ketika ingin mengambil air pada sumbernya, disarankan mengambil air sebelum matahari terbenam serta wajib membawa teman untuk berjaga-jaga.

Selain macan, disana juga kerap ditemukan babi gunung yang sering menghampiri tenda pendaki pada malam hari.

7. Suhu Rata-rata 10 Derajat Celsius

Suhu udara di kawasan ini terbilang dingin untuk orang Indonesia, pada pagi dan siang hari, rata-rata suhu mencapai 10 derajat celsius, sedangkan malam hari berkisar 5 derajat celsius.

Tenda diselimuti es di Lembah Mandalawangi
Tenda diselimuti es di Lembah Mandalawangi

Saat musim kemarau suhu bahkan bisa lebih ekstrim, yakni mencapai 0 derajat celsius hingga minus. Saat kondisi tersebut biasanya akan menyebabkan terjadinya embun es pada pagi hari.

Nah gimana sob, menarik kan fakta-fakta dari si cantik Alun-alun Mandalawangi Gunung Pangrango? Kalau kamu hobi mendaki, belum afdol rasanya jika belum menginjakan kaki disana. Yuk segera rencanakan dan lakukan persiapan matang untuk menikmati syahdunya kesunyian Mandalawangi.

Jejak Backpacker

Konten kreator yang membahas kisah-kisah pendakian, cerita mistis, kisah inspiratif, dan kejadian viral menarik lainnya.

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar


kopi liong bulan jejakbackpacker