Selain hantu parakang, ternyata di wilayah Sulawesi Selatan masih ada sosok gaib lain yang tidak banyak orang tahu, namanya hantu longga.
Buat sobat Jpackers yang tinggal di Pulau Jawa, nama ini mungkin masih terdengar asing. Wajar saja, karena kisahnya memang lebih sering beredar di kalangan masyarakat lokal, khususnya di Sulawesi Selatan.
Cerita tentang hantu ini tidak banyak muncul ke permukaan. Tidak ada film, tidak viral di media sosial, bahkan jarang dibahas di forum umum.
Tapi justru karena itulah, sosok ini terasa lebih misterius.
Sosok Tinggi Hitam
Dari cerita yang beredar, hantu longga dikenal sebagai sosok dengan bentuk tubuh yang tidak biasa. Tingginya disebut-sebut melebihi manusia pada umumnya, bahkan ada yang bilang menjulang seperti bayangan pohon di kejauhan.
Ciri ini mengingatkan kita pada makhluk gaib lain dalam cerita mistis Nusantara yaitu sosok begu ganjang. Makhluk ini juga dikenal memiliki postur menjulang dan tidak wajar.
Yang bikin makin aneh, sosok ini sering terlihat samar. Kadang cuma bayangan, kadang seperti siluet tinggi yang diam di satu titik.
Beberapa orang bahkan mengira itu cuma ilusi… sampai akhirnya sadar kalau sosok tersebut sedang memperhatikan mereka.
Teror Hantu Longga di Waktu Magrib
Di beberapa daerah di Sulawesi, khususnya dalam cerita masyarakat Bugis dan Makassar, hantu longga sering dikaitkan dengan waktu magrib.
Waktu di mana langit mulai gelap, dan aktivitas di luar rumah seharusnya sudah selesai. Konon, di jam inilah hantu longga sering muncul.
Targetnya bukan sembarang orang melainkan anak-anak. Terutama yang masih bermain di luar dan belum pulang saat magrib tiba.
Salah satu hal paling aneh dari cerita hantu longga adalah cara dia mengambil korbannya. Anak-anak yang diculik tidak benar-benar dibawa jauh.
Mereka masih ada di sekitar rumah, masih di tempat yang sama tapi tidak terlihat. Seolah ada semacam lapisan yang menutup mereka dari pandangan orang lain. Orang tua bisa mencari ke mana-mana, memanggil berkali-kali, tapi anak itu tetap tidak ditemukan. Padahal jaraknya mungkin hanya beberapa meter.
Makanan yang Bikin Merinding
Cerita yang beredar tidak berhenti sampai di situ. Anak-anak yang berhasil diambil oleh hantu longga disebut akan diberi makan hal-hal yang jauh dari kata normal.
Bukan nasi, bukan makanan manusia tapi kaki seribu, cacing dan hewan kecil menjijikan lainnya.
Hal ini sering jadi bagian paling menyeramkan dari cerita, terutama bagi anak-anak yang mendengarnya.
Bisa Diselamatkan, Tapi Tak Selalu Baik-Baik Saja
Dalam beberapa cerita, ada anak yang berhasil ditemukan kembali. Biasanya karena ada orang yang dianggap punya “penglihatan lebih” dan bisa melihat keberadaan mereka.
Tapi meskipun kembali, kondisinya jarang benar-benar pulih seperti semula. Ada yang demam tinggi, kejang, sampai kesurupan, seolah-olah ada sesuatu yang ikut terbawa.
Kalau dipikir, cerita tentang hantu longga memang terdengar menyeramkan. Tapi di balik itu, ada pola yang cukup jelas. Semua cerita selalu berkaitan dengan anak-anak yang masih berada di luar saat magrib.
Makanya banyak orang tua zaman dulu menggunakan cerita ini sebagai “peringatan”. Bukan cuma untuk menakut-nakuti.
Mereka memastikan anak-anak pulang sebelum gelap. Karena di waktu seperti itu, risiko memang lebih besar, entah dari hal mistis atau hal nyata lainnya.


