Kisah Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur kembali terjadi, menyebabkan korban jiwa serta warga di wilayah tersebut mengungsi.

Jejak Backpacker

Foto erupsi Gunung Lewotobi bulan November

Beberapa waktu yang lalu pada awal bulan November 2024 Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan terjadinya erupsi dahsyat.

Letusan gunung berapi ini tidak hanya menjadi sorotan di tingkat lokal, tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas. Lantas, seperti apa dampak dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki ini? Yuk kita sama-sama simak! Tapi sebelum itu, kita kenalan dulu dengan gunung yang terletak di NTT ini.

Profil Gunung Lewotobi

Gunung Lewotobi merupakan sepasang gunung berapi kembar yang letaknya berada di bagian tenggara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Keduanya memiliki keindahan alam yang memukau, namun juga menyimpan potensi bahaya akibat aktivitas vulkaniknya.

Gunung Lewotobi terdiri dari dua puncak utama, yaitu Lewotobi Laki-Laki dengan ketinggian sekitar 1.584 meter di atas permukaan laut. Serta Lewotobi Perempuan dengan ketinggian sekitar 1.703 meter di atas permukaan laut.

Kedua gunung tersebut termasuk dalam kategori gunung api strato, yang terbentuk dari lapisan-lapisan lava, abu vulkanik, dan material piroklastik.

Secara administratif, Gunung Lewotobi berada di wilayah Kecamatan Wulanggitang dan sebagian kecil Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Mitos seputar Gunung Lewotobi

Foto erupsi gunung Lewotobi laki-laki tampak dari laut
Gunung kembar Lewotobi di Flores

Mitos seputar Gunung Lewotobi sangat kaya dan beragam, terjalin erat dengan kehidupan masyarakat setempat. Mitos-mitos ini sering kali diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kepercayaan dan budaya mereka.

Mitos yang paling terkenal adalah pandangan masyarakat setempat yang menganggap Gunung Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan sebagai sepasang suami istri. Hubungan antara kedua puncak ini dianggap sakral dan memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Gunung ini juga sering dianggap sebagai penjaga alam oleh masyarakat sekitar. Mereka percaya bahwa Lewotobi memiliki kekuatan spiritual yang dapat melindungi dan memberi berkah kepada masyarakat.

Selain itu banyak masyarakat percaya bahwa roh leluhur mereka bersemayam di Gunung Lewotobi. Oleh karena itu, mereka sering melakukan ritual-ritual tertentu di sekitar gunung sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Potret Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Salah satu foto rumah korban terdampak erupsi yang hancur
Salah satu foto rumah korban terdampak erupsi yang hancur

Gunung Lewotobi Laki-Laki merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Erupsi yang terjadi pada November 2024 kali ini telah mengakibatkan sejumlah dampak yang cukup signifikan, baik dari korban jiwa, dampak terhadap lingkungan, serta sosial ekonomi.

Baca juga: 5 Fakta Mengenaskan Tentang Tragedi Kawah Sinila 1979.

Menurut data dari BNPB (data.bnpb.go.id), imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur mengakibatkan 9 orang meninggal, 64 orang luka-luka, serta mengakibatkan ribuan orang korban erupsi mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Saat warga tengah terlelap dalam tidur, Gunung Lewotobi tiba-tiba erupsi. Semburan abu vulkanik dan material panas yang dimuntahkannya mengakibatkan kerusakan pada sekitar 2.000 rumah penduduk. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Lubang bekas lontaran batu erupsi Gunung Lewotobi
Dahsyatnya lubang bekas lontaran erupsi Gunung Lewotobi (Foto: @slankovic)

Berdasarkan kisah yang dibagikan oleh Trianoko Hermanda di laman Instagram, yang menjadi relawan bencana. “Menurut kesaksian penyintas, dia berdiri di depan pintu tidak berani lari hanya melihat arah datangnya batu membara yang meluluh lantakan Desa Klatanlo malam itu, karena jumlahnya ratusan bagaikan hujan meteor”, tutur Mas Slank, sapaan akrab beliau di profil Instagram pribadinya.

“Dari kejadian itu, beberapa orang tidak selamat (meninggal dunia), beberapa orang lainnya mengalami luka-luka”, tambahnya.

Upaya Mitigasi Bencana 

Suasana di salah satu posko pengungsian
Suasana di salah satu posko pengungsian

Selain upaya evakuasi terhadap korban erupsi Gunung Lewotobi, pemerintah serta pihak terkait juga melakukan mitigasi bencana untuk mengantisipasi erupsi susulan atau potensi bencana banjir lahar dingin pasca erupsi.

Pemantauan aktivitas vulkanik secara intensif melalui pos pengamatan menjadi langkah utama. Informasi mengenai potensi bahaya kemudian disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai media.

Selain itu, pembuatan peta kawasan rawan bencana dan pelaksanaan latihan evakuasi secara rutin juga dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman letusan Gunung Lewotobi.

Jejak Backpacker

Konten kreator yang membahas kisah-kisah pendakian, cerita mistis, kisah inspiratif, dan kejadian viral menarik lainnya.

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar


kopi liong bulan jejakbackpacker