Masih ingat dengan sosok almarhum Kris Biantoro yang meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Leuser? Kondisi makamnya kini sudah terlihat lebih rapi setelah sejumlah pendaki menyempatkan diri untuk merawatnya.
Pada Juli 2026, sekelompok pendaki melakukan ekspedisi Gunung Leuser yang berlangsung pada 1–11 Juli. Di tengah perjalanan tersebut, mereka menyempatkan diri mendatangi makam Kris Biantoro alias Bento yang berada di kawasan Gunung Leuser.
Tidak hanya berziarah, para pendaki juga membawa nisan untuk almarhum dan merapikan area di sekitar makam. Momen tersebut kemudian dibagikan melalui akun TikTok @Sefri21 Leuser dan @demn.
Mengenang Kembali Peristiwa Kris Biantoro
Kris Biantoro atau yang akrab disapa Bang Bento meninggal dunia saat berada di kawasan Gunung Leuser pada April 2026. Berdasarkan penuturan salah seorang rekan pendakiannya dalam sebuah tayangan podcast di YouTube, kondisi Bento sebelum kejadian tidak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Saat itu, suasana pagi di perkemahan berlangsung santai. Rombongan tengah bersiap untuk melanjutkan perjalanan turun menuju basecamp. Bento masih sempat berbincang dengan rekan-rekannya sambil jongkok seperti biasa.
Namun, tidak berselang lama, Bento tiba-tiba terjatuh dan kehilangan kesadaran.
Rekan-rekannya kemudian langsung melakukan upaya pertolongan pertama. Mereka berusaha memberikan bantuan kepada Bento, tetapi tidak menemukan tanda-tanda kehidupan. Bento akhirnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Kejadian tersebut berlangsung secara tiba-tiba dan membuat rekan-rekan pendaki yang berada bersamanya terkejut. Sebelumnya, tidak terlihat kondisi khusus yang menunjukkan bahwa almarhum sedang mengalami masalah kesehatan.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, persoalan berikutnya adalah bagaimana membawa jenazah Bento keluar dari kawasan Gunung Leuser. Lokasi tempat ia meninggal berada jauh di dalam kawasan gunung dengan medan yang berat, sehingga proses evakuasi membutuhkan pertimbangan matang.
Karena kondisi medan dan berbagai risiko yang dihadapi dalam proses evakuasi, pihak keluarga akhirnya menyetujui agar Kris Biantoro dimakamkan di kawasan Gunung Leuser.
Kisah mengenai proses tersebut telah kami bahas lebih lengkap dalam artikel Kronologi Pendaki Meninggal di Gunung Leuser Hingga Dimakamkan di Dekat Puncak.
Ada Rencana Memindahkan Makam Kris

Meski saat ini almarhum Kris Biantoro beristirahat di Gunung Leuser, makam tersebut kemungkinan tidak akan menjadi tempat peristirahatan terakhirnya untuk selamanya.
Menurut penuturan Dolly, rekan pendakian almarhum, dalam sebuah tayangan podcast di YouTube, pihak keluarga disebut memiliki rencana untuk mengupayakan pemindahan kerangka mendiang Bento ke lokasi yang lebih dekat dengan rumah keluarga.
Dolly menyebut proses tersebut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu sekitar dua hingga tiga tahun ke depan.
Rencana tersebut tentu masih membutuhkan proses dan pertimbangan dari pihak keluarga serta pihak terkait, mengingat posisi makam saat ini berada di dalam kawasan Gunung Leuser.
Untuk sementara, makam tersebut tetap menjadi tempat Bento beristirahat di tengah hutan Gunung Leuser. Para pendaki yang datang pun masih bisa memberikan penghormatan dengan cara sederhana, seperti yang dilakukan dalam ekspedisi Juli lalu.
Nisan yang dibawa, makam yang dirapikan, dan doa yang dipanjatkan menjadi bentuk penghormatan kepada seorang pendaki yang namanya kini menjadi bagian dari cerita Gunung Leuser.


