3 Hewan Buas Ini Sebaiknya Kamu Hindari Jika Tidak Ingin Dimakan Hidup – Hidup

Untuk para penggiat alam bertemu dengan hewan liar baik yang buas maupun tidak bukanlah sesuatu yang baru. Namun biasanya hewan liar dan manusia akan cenderung

Debi Putra Harianto

3 Hewan buas yang wajib dihindari jika bertemu

Untuk para penggiat alam bertemu dengan hewan liar baik yang buas maupun tidak bukanlah sesuatu yang baru. Namun biasanya hewan liar dan manusia akan cenderung saling menghindari satu sama lain. Walau terkadang juga terjadi konflik antara manusia dengan hewan liar yang tidak dapat dihindari.

Nah JPackers saat kalian berkegiatan di alam dan bertemu dengan hewan – hewan berikut ini sebaiknya kalian hindari dan menjauh dari teritori mereka jika kalian tidak mau dimakan hidup – hidup oleh mereka.

Komodo, Naga Legendaris Asli Indonesia

Komodo adalah salah satu jenis reptil besar di dunia. Hewan endemik Indonesia satu ini sering kali dikaitkan dengan hewan mitologi naga. Habitat mereka adalah di Taman Nasional Komodo yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Rinca, Pulau Padar dan Pulau Komodo dengan jumlah populasi terbesar ada di Pulau Rinca.

Komodo selain menjadi ikon negara Indonesia juga merupakan hewan yang dilindungi oleh hukum. Reptil yang satu ini dapat berlari hingga mencapai kecepatan 20 km/jam. Ukuran mereka dapat mencapai tiga meter dengan berat hingga 165 kg. Mereka memiliki banyak racun di air liurnya yang mengakibatkan pendarahan secara terus menerus pada mangsanya yang mengakibatkan mangsanya mati. Air liur ini merupakan senjata berburu utama komodo selain sabetan ekornya.

Hewan buas komodo asli Indonesia
Hewan buas komodo asli Indonesia

Namun alasan utama kalian harus menghindari hewan ini bukan hanya karena racunnya, karena racun komodo berjalan lambat sehingga kalian masih bisa mencari pertolongan. Yang harus kalian waspadai adalah komodo tidak akan menunggu mangsanya mati, mereka akan mengejar dan mencabik – cabik mangsanya meskipun mangsanya masih hidup. Maka dari itu menjauhlah dari komodo jika kalian tidak ingin merasakan pengalaman dicabik hidup – hidup oleh mereka.

Hyena, Sang Pemulung Padang Rumput Afrika

Hewan yang merupakan saingan utama singa ini seringkali dianggap sebagai kerabat dari anjing karena perawakannya yang mirip dengan anjing, padahal mereka lebih berkerabat dekat dengan jenis kucing besar.

Hyena hidup berkelompok mulai dari 10 hingga 40 ekor dalam satu kelompok. Namun tidak seperti kelompok hewan lain yang dipimpin oleh pejantan, hyena umumnya dipimpin oleh seekor betina. Ukuran hyena diketahui dapat mencapai panjang hampir dua meter dan berat 82 kg. Hyena dapat berlari dengan kecepatan mencapai 64 km/jam.

Hyena seringkali disebut pemulung di alam liar. Sebutan ini lantaran kebiasaan mereka yang sering mencuri dan merebut hewan buruan predator lain. Meski begitu hyena merupakan salah satu hewan yang pintar karena dapat berhitung untuk mengetahui ada atau tidaknya penyusup di kelompok mereka. Diketahui sekelompok hyena pernah memakan singa, namun mereka umumnya menghindari singa jantan dan hanya mengincar singa betina atau singa muda.

Hyena banyak ditemukan di Afrika
Hyena banyak ditemukan di Afrika

Meskipun ada kecenderungan mereka tidak menyerang manusia tapi kalian harus tetap menghindari mereka. Salah satu alasan utama kalian harus menghindari hewan yang berkomunikasi dengan cara tertawa ini bukanlah karena jumlah kelompoknya. Mereka biasanya tidak akan menunggu mangsanya tewas terlebih dahulu, mereka akan mencabiknya secara hidup – hidup. Hal ini dikarenakan persaingan di alam yang sangat ganas dan tidak pandang bulu.

Diketahui di Afrika terdapat beberapa kasus hyena memangsa manusia mulai dari anak – anak kecil hingga orang dewasa.

Beruang Grizzly, Hewan Besar Yang Menjadi Simbol Kekuatan

Hewan buas yang satu ini berhabitat di Amerika bagian Utara dan sebagian Eropa. Mereka sering menjadi simbol kekuatan namun juga dijadikan referensi boneka lucu kegemaran anak – anak. Beruang adalah termasuk omnivora, mereka sangat menyukai buah beri dan juga madu, tapi mereka juga memangsa hewan lain mulai dari yang berukuran kecil hingga besar.

Ukuran beruang grizzly bisa mencapai tinggi dua meter dan bereat 550 kg. Meskipun berukuran besar hewan ini dapat berlari dengan kecepatan 48 km/jam, sehingga sangat kecil kemungkinan manusia dapat lolos dari kejaran beruang grizzly.

Beruang Grizzly berukuran besar dan sangat buas
Beruang Grizzly berukuran besar dan sangat buas

Hewan buas ini termasuk yang sering berkonflik dengan manusia dikarenakan habitatnya yang sering berdekatan dengan permukiman. Mereka seringkali terekam masuk ke rumah warga atau mencari makanan di tempat sampah. Selain itu hewan ini juga sering dikabarkan memangsa manusia.

Kasus serangan beruang grizzly tercatat cukup sering sampai alat – alat seperti semprotan anti beruang hingga perangkap beruang bisa kalian temukan dengan mudah di Amerika. Keganasan beruang yang paling terkenal adalah karena mereka tidak membunuh mangsanya, mereka memukul mangsanya dengan tangan dan cakarnya yang besar bahkan beberapa kasus diketahui mereka langsung menyeret manusia kemudian melemparnya ke jurang dan membawanya ke sarangnya. Tidak perduli mangsanya masih hidup atau sudah mati mereka akan langsung menguliti dan memakannya.

Banyak saksi mata dari serangan beruang yang melihat temannya masih merintih kesakitan dan meminta tolong saat sedang disantap oleh beruang, bahkan diantara korban yang selamat dari serangan beruang menceritakan rasanya dicabik hidup – hidup oleh hewan buas ini.

Nah JPackers di Indonesia sendiri kasus hewan buas menyerang manusia didominasi oleh serangan harimau, tapi kebanyakan dari hewan – hewan yang memangsa manusia berakhir ditembak mati atau minimal ditangkap dan dikirim ke penangkaran. Hal ini disebabkan agar tidak ada serangan berikutnya dan merusak rantai makanan. Jika tidak ditembak mati atau ditangkap maka hewan – hewan ini akan menganggap manusia sebagai mangsanya.

Tetap jaga diri kalian baik – baik dan jaga alam sekitar kalian tetap lestari ya JPackers !

Debi Putra Harianto

Menggeluti kegiatan traveling dan jelajah alam sejak 2010 Anggota Malabrata Adventure

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar


kopi liong bulan jejakbackpacker