Apa itu Tunggu Kiris? Simak Penjelasannya Biar Bisa Tidur Nyenyak!

Di Tiktok rama-ramai banyak yang komen tentang sosok "tunggu kiris". Siapa sih dia? Yuk cari tahu!

Indra Gumilar

Sosok tunggu kiris

Istilah “tunggu kiris” mungkin terdengar asing bagi sebagian besar orang. Namun, di dunia maya, khususnya di platform media sosial seperti TikTok, istilah ini sempat viral beberapa waktu yang lalu.

Istilah-istilah tersebut sering muncul di video-video FYP dengan tema mistis, misteri dan sejenisnya, yang membuat saya juga menjadi penasaran, sebenarnya apa itu tunggu kiris, sosok ghaib atau makhluk hidup kah?

Biar tidur mu makin nyenyak karena terjawabnya rasa penasaran, mari kita bahas lebih dalam siapa sebenarnya sosok tersebut.

Asal Usul Istilah Tunggu Kiris

Istilah “tunggu kiris” sebenarnya merupakan pengucapan yang unik dari frasa “tinggi kurus”. Kata ini pertama kali populer berkat sebuah video di kanal Youtube Beritasatu yang tayang 5 tahun yang lalu.

Dalam video tersebut menampilkan seorang pria bernama Asep Hidayat yang tengah diwawancarai atas kejadian perampokan toko emas di Balaraja, Tangerang, Banten.

Ketika ditanya mengenai ciri-ciri fisik seseorang, pria tersebut kesulitan mengucapkan kata “tinggi kurus” dan malah terucap “tunggu kiris, tunggu kurus”.

Asal usul "tunggu kiris"
Asal usul terciptanya istilah “tunggu kiris”

Netizen Indonesia dikenal sangat cepat menangkap tren baru dan menciptakan meme, konten, atau bahasa gaul yang unik. Keunikan pengucapan “tunggu kiris” tersebut kemudian menjadi bahan lelucon dan meme yang menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial.

Kepopuleran meme “tunggu kiris” ini membuat istilah tersebut semakin melekat di ingatan masyarakat dan menjadi bagian dari kosakata informal dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Nah gimana sob, sudah gak penasaran lagi kan?

Istilah “tunggu kiris” yang awalnya muncul secara tidak sengaja, kini telah menjadi kosakata gaul yang digunakan pengguna Tiktok.

Meskipun tidak memiliki makna yang mendalam, namun istilah ini sempat menarik perhatian banyak orang dan menjadi bahan perbincangan. Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya sebuah kata atau frasa dapat menyebar dan menjadi viral di era digital seperti sekarang.

Meskipun istilah ini digunakan hanya sebagai candaan, namun kita perlu menggunakan bahasa dengan bijak dan bertanggung jawab, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Dengan begitu, kita bisa menciptakan suasana yang positif dan menyenangkan bagi semua orang.

Indra Gumilar

Traveler & Search Engine Optimization Specialist yang hobinya ngeblog, naik gunung dan kulineran. Saat ini sedang bertugas jadi super adminnya jejakbackpacker.id

Related Post

Tinggalkan komentar


kopi liong bulan jejakbackpacker