Sobat Jpackers pasti sudah banyak yang mengenal Taman Nasional? Tapi kalian tahu gak sih selain Taman Nasional juga ada beberapa wilayah yang dilabeli sebagai Cagar Alam?
Cagar Alam adalah salah satu kawasan yang dilindungi kelestarian keanekaragaman hayatinya oleh undang – undang. Cagar Alam menurut UU No. 5 Tahun 1990 merupakan bagian dari kawasan suaka alam yang memiliki kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu. Oleh karena itu hanya kegiatan tertentu dengan kepentingan penelitian ilmu pengetahuan, penelitian dan pendidikan yang menunjang budidaya yang diperbolehkan untuk dilakukan di kawasan cagar alam.
Hingga saat ini tercatat 212 Cagar Alam yang dilansir oleh Kementerian LHK. Berikut 7 diantaranya yang sangat menarik untuk kalian ketahui:
1. Cagar Alam Jantho, Aceh

Cagar Alam dengan luas 15.436 hektare ini selain sebagai paru – paru dunia juga merupakan
habitat flora seperti bunga Rafflesia Arnoldii (bunga bangkai) dan juga beberapa hewan langka
seperti orangutan, siamang, harimau, gajah, rusa, dll. Di dalamnya juga ada sungai yang indah
loh!
2. Tegal Panjang, Jawa Barat

Pada tahun 1920-an cagar alam yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut ini merupakan habitat dari banteng, kancil hingga rusa. Tegal Panjang juga dinobatkan sebagai salah satu cagar alam dengan view paling indah loh sobat. Ada beberapa orang yang menjulukinya sebagai potongan surga. Tapi kita tidak boleh masuk sembarangan ke dalam kawasan ini ya! Harus ada izin khusus dari BKSDA.
3. Gunung Mutis, Nusa Tenggara Timur

Cagar alam seluas 12.315,61 hektare ini juga dikenal dengan nama Mutis Timau. Selain
pemandangannya yang indah kawasan ini juga merupakan habitat dari banyak flora seperti
Manuk Moto, Natom, Pipsau dll.
Selain itu kawasan ini juga menjadi tempat tinggal untuk banyak fauna diantaranya Kuskus, Rusa Timor, Percici Dada Kuning dan masih banyak lagi. Puncak tertinggi kawasan ini adalah 2.427 Mdpl. Di kawasan ini juga terdapat sumber air yang juga dimanfaatkan untuk produksi air minum kemasan dan juga pembangkit listrik mikrohydro.
4. Gunung Kantawan, Kalimantan Selatan

Gunung/Bukit Kantawan ini merupakan salah satu dari barisan Bukit Meratus yang mempunyai
tiga puncak dengan titik tertingginya pada 400 Mdpl di Gunung Kantawan Laki. Dengan kawasan seluas 246 hektare, mini cagar alam ini juga menjadi tempat untuk flora seperti anggrek, pohon ulin dan masih banyak lagi.
Selain itu kawasan ini juga menjadi rumah untuk hewan endemik Pulau Kalimantan seperti Bekantan, Burung Rangkong, Kucing Hutan dan banyak hewan endemic lainnya. Selain kaya akan flora & fauna, kawasan ini juga menjadi latar dari cerita rakyat Datung Ayuh, lho sob.
5. Cagar Alam Tanjung Panjang, Gorontalo

Cagar Alam yang satu ini statusnya sedang terancam loh sobat. Luas kawasan ini hanya tersisa
660.44 hektare saja dari yang awalnya 3.174,10 hektare akibat dari alih fungsi lahan menjadi
tambak. Padahal kawasan lahan basah ini selain sebagai fungsi ekologi juga bisa mengurangi
risiko bencana. Kawasan ini juga merupakan habitat dari 28 jenis burung. Akan sangat
disayangkan jika ke depannya nanti cagar alam ini benar – benar hilang.
6. Pulau Seho, Maluku Utara

Cagar alam ini mempunyai luas 1.250 hektare yang mana di dalamnya terdapat beragam vegetasi seperti matoa, palem dan juga berbagai jenis anggrek sobat. Selain itu kawasan yang berada di Maluku Utara ini juga menjadi tempat tinggal dari berbagai burung endemik seperti Kakatua Alba, Nuri Ternate, Perkicit Violet dan Rangkong loh.
Kalian bisa mengunjungi lokasi ini dengan pesawat dan kapal perintis dari Ambon ataupun Ternate. Tapi sayangnya karena belum dibangunnya pos jaga dan hanya adanya satu orang personel polisi hutan, kawasan ini tidak lepas dari penebangan dan perambahan liar. Kegiatan perburuan liar juga masih sering terjadi di kawasan ini yang dapat mengancam flora & fauna di dalamnya.
7. Teluk Bintuni, Papua Barat

Teluk Bintuni ini termasuk ke dalam kawasan konservasi mangrove. Dengan luasan 225.367
hektare atau sekitar 52% dari luas hutan bakau yang ada di Papua Barat, kawasan ini menjadi
kawasan konservasi mangrove terbesar nomer duadi dunia loh sobat. Tapi kawasan ini juga tidak lepas dari pengrusakan yang dilakukan oleh beberapa oknum.
Terdata pada tahun 2023 tak kurang kerusakan yang dialami kawasan ini sama dengan 5x luas lapangan bola. Padahal teluk ini menjadi rumah untuk 39 jenis mangrove loh. Selain itu di dalamnya juga adalah habitat untuk 27 jenis reptil, 9 jenis amfibi, 27 jenis burung, 12 mamalia dan 14 jenis avertebrata sobat. Akan sangat disayangkan jika kekayaan alam ini rusak hanya karena kepentingan beberapa orang.
Nah JPackers, apakah ada di antara kalian yang berminat untuk mengunjungi salah satu Cagar Alam yang ada di atas? Selain flora dan faunanya beragam, pemandangannya juga indah loh!
Tapi tetap jangan lupa untuk menjaga ekosistemnya juga ya, jangan merusak apa yang sudah ada agar nantinya kekayaan alam Indonesia tidak ada yang punah lagi dan tetap bisa dinikmati oleh anak dan cucu kalian nanti.


