Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali sejak Selasa (9/9) dini hari menyebabkan banjir meluas di sejumlah kabupaten/kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat sedikitnya 180 laporan bencana, dengan 127 titik banjir, 20 tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur di berbagai daerah.
Dalam laporan resmi BPBD Bali pada Selasa (10/9) pukul 17.30 Wita, bencana ini menelan sembilan korban jiwa dan dua orang masih dalam pencarian. Korban meninggal tercatat di Denpasar, Badung, Gianyar, Jembrana, dan Karangasem.
Sebaran Bencana di Bali
- Kota Denpasar menjadi daerah paling parah dengan 81 titik banjir.
- Gianyar melaporkan 14 titik banjir, 5 longsor, serta 2 tembok roboh.
- Badung mencatat 12 titik banjir dan 4 kejadian lain, termasuk 1 korban jiwa di Kerobokan.
- Karangasem terdampak 12 longsor, 7 senderan jebol, serta 1 jembatan putus.
- Tabanan dan Jembrana masing-masing melaporkan delapan titik banjir.
Selain itu, infrastruktur turut rusak, termasuk dua jembatan jebol (Gianyar dan Karangasem), tembok dan penyengker roboh, serta jalan rusak di Karangasem.
Operasi Penanganan Darurat
Tim gabungan dari BPBD, Tagana, Basarnas, PMI, Damkar, Dinas Kesehatan, hingga PUPR dikerahkan untuk melakukan evakuasi, pembersihan, serta penanganan warga terdampak.
Hingga Selasa sore, terdapat dua titik pengungsian:
• SD 25 Pemecutan, Kota Denpasar, menampung 8 orang.
• Banjar Dakdakan, Peguyangan, Kota Denpasar, menampung 75 orang.
Korban Jiwa
Beberapa laporan korban meninggal di antaranya:
• Banjir di Tukad Badung, Pasar Badung, Denpasar (4 orang meninggal, 2 dalam pencarian).
• Banjir di Jembrana (2 orang meninggal).
• Banjir di Dauh Puri, Denpasar (1 orang meninggal).
• Banjir di Kerobokan, Badung (1 orang meninggal).
• Tembok roboh di Gianyar (1 orang meninggal).
Peringatan BMKG Masih Berlaku
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih akan berlangsung hingga Rabu (10/9) malam. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, longsor, dan potensi bencana hidrometeorologi lainnya.
⸻
Sumber: BPBD Provinsi Bali, BMKG


